Kamis, 05 Mei 2011

Motto Pelayanan


Motto Pelayanan
Learning, efficient, palatable, training, opportunity, practice and success (Leptops),
Kegiatan Diklat yang mempelajari Ilmu Agribisnis, Agroteknologi dengan cara yang Efesien melalui proses Pelatihan yang menyenangkan siswa / Peserta Didik dan dapat diterima oleh DU / DI. sehingga membuka kesempatan / peluang untuk berkarya nyata (Wirausaha) dan menjadi Lulusan yang Sukses serta Berhasil.

Brosur

Tentang SMK Agro Nurul Huda Sindangmukti Ciamis


Pembangunan Nasional menuntut tersedianya sumber daya manusia yang bersikap dan berpandangan modern, bijaksana dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sumber daya manusia tersebut dikembangkan melalui proses pendidikan yang terarah dan dilandasi oleh nilai-nilai luhur.
Pembangunan pendidikan di Indonesia merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat dituntut turut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai bukti kepedulian dan tanggungjawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kepedulian dan peran serta masyarakat sangat penting dalam proses pembangunan nasional dan merupakan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Berkaitan dengan potensi wilayah Kabupaten Ciamis yang memiliki Visi “Dengan Iman dan Taqwa Ciamis Mantap Sejahtera 2014”,  salah satu program untuk wilayah Kecamatan Panumbangan, Cihaurbeuti, Panjalu, Sukamantri dan Lumbung, dijadikan sebagai kawasan Pengembangan Agropolitan. Kawasan Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis serta mampu melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian di wilayah sekitarnya.
Pada saat ini Wilayah Kabupaten Ciamis, terutama Wilayah Kawasan Agropolitan, merupakan sentra peternakan unggas. Agribisnis peternakan unggas tersebut telah berkembang mulai dari produksi perbibitan unggas  yang menghasilkan DOC, produksi unggas petelur, produksi unggas pedaging, sampai bisnis ikutannya yang meliputi produksi pakan, dan bisnis pemotongan unggas.
Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, yang berada di Desa Sindangmukti Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis, dalam keikutsertaanya dalam membangun potensi wilayah,  termasuk mensukseskan Program Agropolitan di Kecamatan Panumbangan, ingin berperan serta dalam meningkatkan sumber daya manusia melalui gagasan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan. Gagasan pendirian SMK tersebut selain bercita-cita ikut memajukan pembangunan di Kabupaten Ciamis, khususnya di Kecamatan Panumbangan, juga diarahkan agar SMK menjadi bagian integral dari Pembangunan Nasional dan menjadi penghubung antara dunia IPTEK dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha  khususnya bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan dalam rangka menunjang Program Agropolitan. Hubungan integrasi antara dunia usaha dengan bidang pendidikan dapat dilihat pada gambar 2.
Berkaitan hal tersebut maka Program Studi Keahlian yang dikembangkan di SMK Nurul Huda adalah Program Studi Keahlian Agribisnis Produksi Ternak. Untuk Program Studi Keahlian tersebut, saat ini SMK Nurul Huda baru membuka Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Unggas.

DPRD Jatim Usulkan 5 SMK Agribisnis


lawupos.net:Guna mewujudkan Provinsi Jawa Timur sebagai pusat agrobisnis, DPRD Jatim mengusulkan kepada Pemprov Jatim agar rencana pendirian lima Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) diarahkan ke agrobisnis.
Wakil Ketua DPRD Jatim, Drs Sirmadji TJ MPd di gedung DPRD Jatim, Rabu (28/10) mengatakan, rencana pengembangan SMK ini merupakan salah satu agenda pemprov untuk menjalankan program pemerintah pusat, di mana sekolah kejuruan lebih diminati daripada SMA.
Dengan begitu, sekolah tersebut akan didorong, dipacu, dan didominankan dengan potensi, serta sumber daya yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Maka, pendirian dan mutu pendidikannya diharapkan benar-benar memenuhi standar nasional. ”Ini mengingat pemprov memfokuskan salah satu rencana besar jangka panjang untuk mewujudkan provinsi agrobisnis,” paparnya.
Menurutnya, kejuruan agrobisnis tersebut bukan berarti difokuskan di bidang pertanian. Akan tetapi, dapat mencakup pendidikan kejuruan yang luas, seperti peternakan, perkebunan, perikanan, dan kelautan. Selain materi yang diberikan bidang agrobisnis, juga dapat diberi pembelajaran teknik pemasaran, perdagangan, dan mengelola akutansi bisnis. Dengan demikian, para anak didik dapat memahami dunia industri dan perdagangan, baik satu wilayah maupun luar pulau.
Untuk tenaga pendidik, pihaknya mengapresiasikan agar menampung tenaga-tenaga lulusan akademik yang berkompetensi. ”Kalau pengajar, saya kira tidak ada problem. Sebab, saat ini banyak lulusan perguruan tinggi di bidang itu, dan mampu mengajar siswa SMK. Yang terpenting desainnya agar siswanya betul-betul memiliki kredibilitas yang tinggi,” terangnya.
Jika lima SMK dinilai berhasil dan memenuhi standar kualitas pendidikan di tingkat nasional, maka sekolah di Jatim akan menjadi icon dan rujukan oleh SMK-SMK kabupaten/kota. Kabupaten/kota akan mengembangkan sekolahnya ke arah kualitas yang memenuhi standar untuk berkompetensi. Perusahaan-perusahaan mancanegara juga dapat membuka peluang untuk menampung lulusan-lulusan menjadi tenaga kerjanya.
Sebaliknya, apabila masyarakat menilai mutu yang dihasilkannya terbukti dapat menyerap dunia kerja atau menciptakan lapangan kerja, maka masyarakat luas lebih condong untuk memasukkan buah hatinya ke SMK tersebut daripada bersekolah di SMA pada umumnya.
”Masyarakat bisa mengukur dan menilainya sendiri. Karena sekolah di SMA jalannya terlalu panjang, begitu lulus harus melanjutkan ke perguruan tinggi.Masyarakat ingin anaknya cepat bermakna, karena begitu lulus ingin langsung kerja. Dengan begitu, dapat membidik di luar daerah,” ujarnya.
Terkait alokasi anggaran terhadap pendirian lima sekolah ini, Sirmadji tidak mempermasalahkan dan dapat dialokasikan RAPBD 2010 yang sedang dibahas. Untuk menghindari terjadinya dupliksai anggaran di bidang pendidikan, kalangan dewan melalui komisi-komisi terlebih dulu mencermati.Sementara itu, dalam Nota Keuangan RAPBD Jatim 2010, rasio murid terhadap SMU (termasuk Madrasah Aliyah) tahun pelajaran 2003-2004/2007 berada pada kisaran 68, yang berarti rata-rata terdapat 68 murid yang memilih bersekolah di SMK, ketika 100 orang yang lain memilih untuk bersekolah di SMU.Jumlah murid pada 2003/2004 berjumlah 416.634 siswa, dan seiring perkembangan pada 2007/2008 meningkat yakni 480.264 siswa. Artinya ada kenaikan 15,27%. Sedangkan, jumlah murid SMU/MA pada 2003/2004 berjumlah 609.936 siswa, dan pada 2007/2008 menjadi 689.045 siswa atau naik 12,97%.Pada 2007/2008 meningkat menjadi 69,70%.
Keadaan ini sejalan dengan program pendidikan nasional yang menggalakkan pendidikan kejuruan. Hal ini dimaksudkan agar meningkatkan jumlah lulusan menengah yang siap bekerja (terampil).Jumlah sekolah SMK dari tahun pelajaran 2003/2004-2007/2008 rata-rata mengalami penambahan 48 sekolah tiap tahunnya. Sedangkan, untuk SMU mengalami penambahan 80 sekolah. Kabupaten yang memilki rasio jumlah murid yang banyak di SMK yakni Pacitan, Malang, Sidoarjo, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Kota Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, dan Madiun.(elpos)